Info Sekolah
Minggu, 18 Jan 2026
  • SMP Negeri 2 Tuban | Sekolah Adiwiyata Mandiri | Sekolah Ramah Anak | Sekolah Penggerak Kabupaten Tuban | Bereligi, Berkreasi, Berkarakter Lingkungan, dan Berkebangsaan
  • SMP Negeri 2 Tuban | Sekolah Adiwiyata Mandiri | Sekolah Ramah Anak | Sekolah Penggerak Kabupaten Tuban | Bereligi, Berkreasi, Berkarakter Lingkungan, dan Berkebangsaan
29 Mei 2025

PAGELARAN P5 KESENIAN THAK-THAKAN KHAS TUBAN

Kam, 29 Mei 2025 Dibaca 505x

Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5) dengan tema warisan budaya daerah bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan rasa cinta siswa terhadap budaya lokal, serta melatih keterampilan dalam melestarikan warisan budaya.

Pagelaran P5 merupakan momen untuk menampilkan hasil karya, proyek, atau aksi nyata yang telah dilakukan siswa dalam proses pembelajaran P5. Pagelaran ini memberikan pengalaman belajar yang lebih nyata, menyenangkan, dan berkesan bagi siswa. Pagelaran P5 di UPT SMP Negeri 2 Tuban kali ini menampilkan pertunjukan kesenian tradisional Thak – thakkan untuk mendorong kolaborasi dan kreativitas siswa.

Pagelaran kesenian sebagai implementasi kegiatan P5 dengan topik “warisan budaya leluhur melalui budaya thak – thakkan” diikuti oleh siswa siswi kelas 8 yaitu kelas 8A sampai dengan 8H. Masing – masing kelas tampil dengan durasi maksimal 30 menit dalam menyajikan kebolehan mengekspresikan budaya tradisional kesenian thak-thakan. Siswa-siswi UPT SMP Negeri 2 Tuban sangat antusias dalam mengikuti acara tersebut.

Thak thakan adalah kesenian khas Kecamatan Tambakboyo Kabupaten Tuban Provinsi Jawa Timur yang ditampilkan dengan gerakan topeng dan dan kostum yang menyeramkan disertai musik tradisional. Nama “thak-thakan” berasal dari suara “thak” yang dihasilkan saat topeng tokoh utama dimainkan.
Kesenian thak-thakan sering dikolaborasikan dengan tarian lain untuk memperkaya penampilan dan makna. Kolaborasi ini dapat melibatkan penambahan gerakan tari yang lebih bervariasi atau menampilkan pertunjukan yang lebih kompleks.
Kesenian ini berfungsi sebagai ritual sakral untuk mengusir roh jahat dan penolak balah. Namun, seiring waktu, berkembang menjadi hiburan rakyat yang selalu dinantikan di pesta-pesta tradisional. Kesenian thak-thakan patut dilestarikan karena merupakan kekayaan bangsa Indonesia yang sudah diakui sebagai investaris kekayaan intelektual dalam dan sudah go internasiona. (Kel. MTK)

Artikel ini memiliki

1 Komentar

Tinggalkan Komentar